PERBANDINGAN CARA KERJA MOTOR MATIC / OTOMATIS ENGAN MOTOR KPLING MANUAL
BAB I
1.1 Latar Belakang
Di zaman
yang modern ini, teknologi semakin berkembang, oleh
karena itu
masyarakat ingin sesuatu yang dapat memudahkan mereka dalam
melakukan
perjalanan. Dengan teknologi yang berkembang tersebut, terciptalah kendaraan
beroda empat dan beroda dua. Kendaraan beroda dua
dapat dibagi
menjadi dua kategori, yaitu motor kopling manual
dan
teknologi yang terbaru adalahmotor dengan transmisi
otomatis
yang lebih kita kenal dengan sebutan motor matic.
Motor kopling
manual saat melakukan pergantian gigi harus menekan handle kopling.
Sedangkan
motor bertransmisi otomatis berbeda dengan motor-motor lainnya, karena pada
motor bertransmisi otomatis, perpindahan gigi terjadi secara otomatis. Sehingga
penggunan motor bertransmisi otomatis lebih praktis dan nyaman dibandingkan
kedua jenis motor lainnya. Mengenal dari kondisi lalu lintas di Indonesia
penggunaan motor bertransmisi otomatis menjadi pilihan yang efektif dan di
gemari oleh masyarakat, terutama motor matic tersebut di gemari oleh kaum hawa
atau kaum perempuan karean motor matic lebih efesian cara mengendarai nya dan keberadaan
motor bertransmisi otomatis diJakarta sudah semakin berkembang.
1.2 Tujuan Penulisan
1.Dapat mengetahui cara kerja motor matic/otomatis
2.Dapat
mengetahui cara kerja motor kopling manual
3.Mengetahui
kelebihan dan kekurangan matic/otomatis
4.Mengetahui
kelebihan dan kekurangan motor kopling manual / mekanis
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perbandingan cara kerja motor 4 tak dan motor 2
tak
2.2.1 Cara kerja motor matic / otomatis
Pada awalnya dalam menjalankan sepeda motor, seseorang harus menarik
kopling dalam memindahkan gigi percepatan seperti pada motor motor jenis sport
saat ini. Kemudian pada sekitar menjelang awal tahun 1970 lahirlah sepeda motor
jenis bebek untuk pengguna kaum wanita.
Pada motor jenis bebek ini seorang pengendara tidak lagi menarik kopling
saat melakukan perpindahan gigi, kopling akan terlepas secara otomatic /
otomatis pada saat pengendara melakukan perpindahan gigi. Jadi pada sepeda
motor tidak tersedia tuas untuk menarik kopling.
Pada waktu itu
yang dimaksud dengan motor otomatic adalah motor jenis bebek ini yang
diperuntukan bagi para wanita tersebut, dimana kopling akan terlepas dan
tersambung secara otomatis saat pengendara melakukan perpindahan gigi. Motor
motor dengan kopling otomatis ini terus digunakan hingga saat ini terutama pada
motor motor bebek.
Nah kata kata
matic untuk saat ini mempunyai makna yang telah bergeser. Jika dahulu yang
dimaksud matik adalah pada sistim kopling yang menghubungkan antara mesin
dengan transmisi gigi percepatan tersambung dan terlepas secara otomatis,
sedangkan saat ini yang dimaksud dengan matik adalah pada sistim transmisi
tanpa harus memindahkan posisi gigi transmisi. Dimana seorang pengguna motor
tidak lagi harus memindahkan gigi kecepatan pada saat menjalankan sepeda motor,
sistim percepatan akan mengatur dirinya sendiri
secara otomatis tergantung pada kecepatan putaran mesin motor serta
kecepatan motor.
Ya sekarang bagai mana sistim transmisi pada motor matic bekerja.
Pada motor matik
komponen yang paling utama adalah CVT atau Continuously Variable Transmission dimana
dalam melakukan pengaturan kecepatan yang bekerja adalah V-belt dan variable
pulley (pulley yang dapat berubah ubah).
Terdapat sebuah v-belt dan 2 pulley yaitu pulley depan dan pulley belakang,
kedua pulley tersebut mempunyai lebar alur yang dapat berubah ubah sesuai
dengan putaran mesin dan kecepatan laju motor.
Posisi putaran rendah
Pada saat putaran mesin masih rendah, pulley bagian depan mempunyai lebar
alur yang besar radial V-belt kecil, sedangkan pulley bagian belakang mempunyai
lebar alur yang sempit dengan radial v-belt yang besar. Dengan demikian
terdapat perbandingan rasio antara pulley depan dengan pulley belakang, yang
nantinya akan berpengaruh pada kecepatan motor.
Posisi putaran tinggi
Pada pulley bagian depan terdapat roller yang mempuyai tugas menekan pulley
pada saat putaran mesin ditambah. Roller terlempar oleh gaya sentrifugal dari
putaran mesin sehingga gaya tersebut menekan pulley yang akhirnya lebar pulley
yang tadinya besar menjadi kecil. V-velt terjepit oleh pulley yang menyempit
sehingga belt bergeser ke sisi luar dan berubah radialnya menjadi besar.
Sedangkan pulley bagian belakang akan tertarik oleh v-belt yang menyebabkan
lebar pulley melebar dan radial v-belt mengecil. Hasilnya rasio perbandingan
menjadi terbalik dari putaran mesin rendah.
Pada waktu putaran mesin berubah kembali menjadi rendah gaya sentrifugal
roller menurun, sehingga roller kehilangan tenaga untuk menekan pulley depan,
sedangkan pada pulley belakang menyempit kembali akibat adanya dorongan pegas
yang menekan pulley. Rasio saat ini adalah radial v-belt depan kecil sedangkan
radial v-belt belakang besar.
Jadi keadaanya
adalah:
Putaran mesin
rendah: radial v-belt depan kecil - v-belt belakang besar.
Putaran mesin
tinggi: radial v-belt depan besar – v-belt belakang kecil.
Ilustrasinya dapat bandingkan dengan posisi
kecepatan rantai dan gear pada sepeda, dimana jika gear depan kecil pada saat
sepeda dikayuh akan mempunyai kecepatan lambat namun jika gear depan yang besar
akan mempunyai kecepatan lebih cepat.
Untuk
mencegah berputarnya roda belakang pada saat putaran mesin masih rendah,
terdapat kopling otomatis yang terhubung dengan pulley bagian belakang. Kopling
akan melepaskan hubungan antara pulley belakang dengan gigi reduser ke roda
belakang pada saat putaran mesin rendah. Dengan penambahan kecepatan putaran
mesin sepatu kopling / kanvas kopling menekan pada mangkok kopling akibat dari
adanya gaya sentrifugal pada sepatu kopling sehingga mangkok kopling menerima
tenaga yang diteruskan ke gigi reduser untuk selanjutnya ke roda belakang
untuk mendorong motor melaju.
2.2.2 Cara Kerja motor kopling
manual / mekanis
Sedangkan
kopling mekanis itu adalah kopling yang bekerjanya diatur oleh handle kopling
atau tuas kopling. Pembebasannya dilakukan dengan cara menarik tuas kopling di
batang kemudi sepeda motor (biasanya ada di sebelah kiri). Komponen kopling
manual antaralain:
1. Mekanisme handel terdiri dari:
handel, kabel kopling, tuas atau batang dan pen pendorong
2. Mekanisme kopling terdiri dari: gigi
primer kopling, rumah atau clutch housing, plat gesek, plat kopling, per,
pengikat, kopling tengah, plat penekan, klep penjamin dan batang pembebas
(release rod).
Untuk
memudahkan mengingat komponen-komponen kopling di atas silahkan lihat gambar
dibawah ini
Rumah
kopling ditempatkan pada poros utama yaitu poros yang menggerakkan semua roda
gigi transmisi, akan tetapi rumah kopling ini bebasterhadap poros utama,
sehingga jika rumah kopling berputar maka poros utama tidak ikut berputar. Hub
kopling dipasang dengan tujuan agar putaran rumah kopling bisa sampai kepada
poros utama. Untuk menyatukan rumah kopling dengan hub kopling digunakan dua
plat, yaitu plat tekan dan plat gesek.
Cara kerja
kopling mekanis
Cara kerja
koling mekanis adalah sebagai berikut, ketika handel kopling atau tuas kopling
pada batang kemudi bebas (dalam posisi tidak ditarik) maka plat tekan dan plat
gesek dijepit piring penekan dengan bantuan dari pegas kopling, sehingga tenaga
putar dari poros engkol dapat diteruskan ke roda belakang. Lihat gambar berikut
ini, ilustrasi putaran mesin yang tidak diteruskan ke transmisi ketika tuas
kopling mulai dilepas.
Sedangkan ketika tuas kopling ditekan atau ditarik maka alat pembebas kopling akan tertarik melalui kawat kopling. Alat pembebas kopling ini kemudian akan menekan batang tekan atau release rod yang berada di dalam poros utama. Batang tekan kemudian akan mendorong piring penekan ke arah yang berlawanan dengan gaya pegas kopling. Sehingga plat gesek dan plat tekan akan terpisah saling menjauh atau merenggang sehingga putaran rumah kopling tidak dapat diteruskan ke poros utama, dengan kata lain hanya memutarkan rumah kopling dan plat gesek saja. Lihat gambar berikut ini, ilustrasi putaran mesin yang tidak diteruskan ke transmisi ketika tuas kopling ditekan.
Kekurangan motor matic / otomatis
1. Cenderung lebih boros penggunaan
bahan bakarnya
Salah astu
kekurangan dari penggunaan motor matic adalah masalah bahan bakar. Matic merupakan
salah sat jenis kendaraan yang menyedot bahan bakar lebih banyak. Meskipun
proses pembakaran sudah lebih efisien, namun apabila dibandingkan dengan motor
bebek biasa, matic cenderung lebih boros dan lebih banyak penggunaan bahan
bakarnya dibandingkan motor bebek.
2. Service motor yang cukup repot,
karena harus membuka dek motor
Ketika akan
melakukan service, maka menggunakan motor matic cukup repot, karena harus
membuka dan juga membongkar dek motor terebih dahulu. Hal ini agak merepotkan,
dan cukup menguras waktu. Namun demikian, proses servis tentu saja tidak repot,
dan tidak membutuhkan teknik – teknik khusus.
3. Performa yang tidak sebaik motor
bebek atau motor yang menggunakan gigi
Performa
motor matic, terutama dari segi akselarasi, masih kurang baik dibandingkan
dengan motor gigi. Meskipun demikian, ternyata tenaga motor matic di putaran
atas cukup tangguh dan bertenaga. Namun demikian, start awal pada motor matic,
terutama yang masih standar, tidak telalu baik dibandingkan dengan motor bebek
atau motor lainnya.
Kelebihan motor matic / otomatis
1. Mudah dikendarai, tidak perlu repot
memindah mindah gigi dan menekan kopling
Kelebihan
pertama dari motor matic adalah lebih mudah untuk dikendarai. Hal ini
disebabkan karena motor matic hanya tinggal memutar gas saja, maka motor sudah
berjalan. Tidak perlu repot – repot memasukkan gigi terlebih dahulu, ataupun
menekan tuas kopling yang tentu saja cukup merepotkan dan juga memakan waktu.
Bagi anda yang yang membutuhkan kendaraan yang mudah dikendarai, motor matic
adalah salah satu pilihan yang tepat.
2. Spare part dan juga variasi yang
melimpah dan dapat dengan mudah diperoleh
Anda tidak
perlu khawatir akan ketersediaan spare part yang dibutuhkan untuk motor matic
anda. saat ini, spare part untuk motor matic, lengkap dengan pilihan part
variasi untuk menunjang kebutuha motor matic anda sudah sangat mudah diperoleh
di pasaran. Anda bisa membeli apapun kebutuhan motor matic anda dengan mudah
dan juga dengan berbagai macam kualitas. Anda tidak perlu bingung mendapatkan
spare part untuk motor matic anda.
3. Bentuknya yang kompak dan simple
Saat ini,
konsep – konsep dari motor matic sangatlah menarik untuk diamati. Karena
berbagai macam motor matic dari berbagai merk saat ini sudah melahirkan
berbagai macam jenis motor matic dengan bentuk motor yang kompak dan juga
sumple, serta memiliki desain yang juga menarik. Hal ini membuat motor matic
dapat menjadi salah satu jenis motor yang memilik desain dan bentuk bodi yang
indah dan juga menarik.
4. Nyaman untuk dikendarai
Kelebihan
berikutnya dari motor matic adalah mudah untuk dikendarai. Ya, motor matic
adalah jenis motor paling basic dan juga paling mudah untuk dikendarai. Selain
itu, motor matic juga menawarkan kenyamanan lebih dalam berkendara, seperi
bagian dashboard dan juga pijakan kaki pengendara yang nyaman dan luas, serta
berbagai macam fasilitas penunjang dari motor matic yang sangat memberikan
kenyamanan bagi setiap pengendaranya. Hal ini merupakan salah satu hal yagn
menjadi kelebihan penting dari sebuah motor matic.
5. Range kapasitas mesin bervariasi
mulai dari 110 hingga 150 CC
Apabila anda
menyukai besaran kapasitas mesin, maka motor matic bisa menjadi pilihan anda,
karena memiliki kapasitas mesin yang bervariasi, mulai dari 110 cc, hingga 150
CC bahkan ada yang memiliki kapasitas mesin hingga 400 CC
Kekurangan motor kopling manual /
menakanis
Transmisi manual tidak cocok untuk orang-orang yang
hanya ingin mengemudi lurus ke depan tanpa terlalu banyak gangguan dan kendali.
Hal lainnya adalah bahwa motor dengan transmisi manual dapat cukup merepotkan untuk didorong di kota, dengan kenyataan bahwa Anda harus memindahkan kopling terus-menerus
Motor dengan transmisi manual dapat menimbulkan risiko bagi keamanan pengemudi yang tak berpengalaman ataupun tidak terampil, karena memerlukan fokus lebih dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin
Hal lainnya adalah bahwa motor dengan transmisi manual dapat cukup merepotkan untuk didorong di kota, dengan kenyataan bahwa Anda harus memindahkan kopling terus-menerus
Motor dengan transmisi manual dapat menimbulkan risiko bagi keamanan pengemudi yang tak berpengalaman ataupun tidak terampil, karena memerlukan fokus lebih dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin
Kelebihan motor kopling manual /
menakanis
1.Kendali
Penuh Dalam Melakukan Perpindahan Gigi
Kelebihan
yang pertama dari motor dengan sistem kopling manual adalah dapat mengatur
perpindahan transmisi dari motor sesuai dengan selera. Karena dengan
adanya kopling manual, maka pengendara akan memegang kendali penuh terhadap
proses pemutusan dan penghubungan putaran mesin dengan sistem transmisi.
Kendali tersebut berada pada tuas kopling yang berada pada sebelah kiri, yang
akan membuat pengendara dapat memutus atau menyambung putaran mesin dengan
transmisi setiap saat.
2.Motor
Lebih Responsif
Kelebihan
kedua adalah motor dengan sistem kopling manual lebih responsive. Hal ini
dikarenakan pengendara dapat mengatur kapan melakukan pemutusan atau
penghubungan putaran mesin. Apabila pada motor dengan kopling otomatis hanya
akan responsive apabila pengendara memindahkan gigi pada rpm tertentu,
maka hal ini tidak akan terjadi pada motor dengan kopling manual.
Pengendara
juga bisa menahan tuas kopling untuk menambah tenaga, atau langsung
melepas tuas kopling begitu memutar gas yang akan membuat sepeda motor
‘loncat’. Hal yang tidak akan pengendara temui pada motor kopling otomatis
ataupun motor matic.
3.Perpindahan
Gigi Menjadi Lebih Halus
Kelebihan
lain dari motor dengan kopling manual yaitu perpindahan gigi yang menjadi
lebih halus. Hal ini merupakan dampak dari kelebihan yang pertama, dimana
kendali penuh ada di tangan pengendara. pengendara juga dapat
melakukan pemutusan hubungan putaran mesin dengan transmisi kapanpun yang
diinginkan, sehingga ketika pengendara akan melakukan perpindahan gigi,
transmisi pengendara sudah free dan terlepas dari putaran mesin yang akan
menyebabkan perpindahan gigi yang menjadi lebih halus.
4.Proses
Pengaplikasian Engine Break Lebih Mudah
Umumnya para
pengendara pasti sudah pernah mendengar istilah engine break. Ini adalah
salah satu teknik memperlambat laju kendaraan dengan memanfaatkan putaran mesin
dari kendaraan.
Engine break
dapat dilakukan ketika sedang melaju kencang, namun ingin melakukan proses
perlambatan secara bertahap. Salah satu keunggulan dari motor dengan kopling
manual adalah bisa mengaplikasikan engine break dengan mudah. Ketika sedang
berjalan, cukup tarik penuh tuas kopling, kemudian lepaskan secara
perlahan, hal ini akan membuat motor menjadi melambat sedikit demi sedikit.
Atau dapat juga menurunkan gigi dan melepas tuas kopling secara perlahan agar
bisa mendapatkan efek engine break yang sesuai dengan keinginan pengendara.
5.Biaya Yang
Lebih Murah
Percaya atau
tidak, biaya perawatan motor dengan kopling manual sebenarnya lebih murah dan
lebih simple daripada kopling otomatis, apalagidengan motor yang full
otomatis. Motor dengan kopling otomatis membutuhkan beberapa part seperti
part ‘otomatis dan beberapa part lainnya. Begitu juga dengan motor matic yang
memiliki part transmisi yang sangat banyak. Pada motor dengan kopling manual,
tidak terdapat part – part yang banyak, hanya saja tuas kopling, penarik rumah
kopling dan transmisi. Itu saja, tidak ada part CVT, Roller, Belt ataupun part
lain. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi proses perawatan
pada sector transmisi yang lebih murah.
6.Perawatan
yang Mudah
Salah satu
kelebihan motor kopling manual yang juga dimiliki oleh motor dengan sistem
kopling otomatis. Perawatan yang mudah. Cukup mengganti pelumas secara rutin
saja sudah bisa membuat bagian transmisi awet dan tahan lama. Berbeda dengan
jenis motor matic, yang membutuhkan perawatan lebih, seperti penggunaan oli
transmisi matic, dan pembersihan CVT serta komponennya yang ribet dan agak
sulit dilakukan sendiri.
7.Faktor
Keamanan
Pernahkah
anda melihat, atau mengalami motor anda yang sedang berhenti melaju tidak
terkendali karena tidak sengaja memutar gas pada saat posisi gigi tidak netral?
Hal ini sangat membahayakan. Namun demikian, hal ini tidak akan pernah terjadi
pada motor yang menganut sistem kopling manual. Hal ini disebabkan oleh mesin
motor manual akan mati ketika berhenti pada posisi gigi yang tidak netral tanpa
menekan tuas kopling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar