Jumat, 13 Mei 2016

Kedudukan Wawasan Nusantara (2) (Riyan Darmawan_2IC09_29414559)



Kedudukan Wawasan Nusantara (2)
           
          Wawasan Nusantara merupakan ajaran diyakini kebenarannnya oleh seluruh rakyat tujuan agar tidak terjadi penyesatan dlam rangka mencapai tujuan nasional.
          Wawasan Nusantara dalam pradigma nasional dapat dilihat dari hirakhi pradigma nasionnal sbb :
-         Pancasila (dasar negara)                         -   Landasan Idiil
-         UUD 1945 (Konstitusi negara)               -  Landasan Konstitusional
-         Wisantara (Visi Bangsa)                         -  Landasan Visonal
-         Ketahanan Nasional (Konsepsi Bangsa) -  Landasan Konsepsioanal
-         GBHN (Kebijakan Dasar Negara)          -  Landasan Operasional
Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta ramb-rambu dalam segala kebijaaksanaan, tindakan dan perbuatan, bagi penyelenggara negara di tingkat pusat maupun seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
Tujuan Wawasan Nusantara mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional.
Karena Wawasan Nusantara  dapat di pahami dan di mengerti oleh selurh masyarakat dan dapan menjadi motivasi masyarakat dalam berkehidupan di negara Indonesia
Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara (4)
Diperlukan kesadaran WNI untuk :
1.     Mengerti, memahami, mengahayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan negara
2.     Mengerti , memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara,bahwa dalam menyelenggarakankehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga warga negara memiliki cara pandang.
Agar kedua hal terwujud, diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah agar seluruh masyarakat di Indonesia dapat memahami apa arti dari Wawasan nusantara

Implementasi Wawasan Nusantara (3) (Riyan Darmawan 2IC09 29414559)



Implementasi Wawasan Nusantara (3)
Penerapan Wawasan Nusantara harus tercemin pada pola pikir, pola sikap dan tindaknya senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
a.     Implementasi dalam kehidupan politik, menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat,mewujudkan pemerintahan yang  kuat.
b.     Implementasi dalam kehidupan ekonomi, menciptakan tatanan ekonomi yang menjami pemenuhan  dan kemakmran rakyat secara merata.
Sosialisasi Wawasan Nusantara
1.     Menurut sifat/cara penyampaian :
a.     Langsung                   -          ceramah dan diskusi
b.     Tidak langsung          -          media massa
2.     Menurut metode penyampaian :
a.     Ketauladanan
b.     Edukasi
c.      Komunikasi
d.     Integrasi
Tntangan Implementasi Nusantara :
       Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam aktivitas masyarakat mencapai tujuan nasional.
      Kondisi nasional (pembangunan) tidak merata mengakibatkan keterbelakangan merupakan ancaman integrasi dan pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerrah tertinggal
1.     Duna Tanpa Batas 
a.     Perkembangan IPTEK 
Mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindak masyrakat dalam aspek kehidupan. 
b.     Kenichi Omahe dalam bukunya “Boderless World” dan “The End of Nation Statet “ menyatakan : perkembangan masyrakat global, batas wilayah negara dalam arti geografi, namun kehidupan satu negara tidak dapat membatasi kekuatan global.
2.     Era Baru Kapatalisme 
a.     Sloan dan Zureker 
Dalam Bukunya “ Dictonery of Economics” Kapatalisme suatu sistem didasarkan hak milik atas macam macam barang individu untuk perjanjian dengan pihak lain. Dalam aktivitas ekonomi yang dipilih berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri. 
b.     Lester Thurow 
Dalam bukunya “The Future of Capatalism” menyatakan : untuk dapat bertahan dalam era baru kapatalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan sosialis. Di era baru kapalisme, neara kapatais dalam rangka mempertahankan eksitensinya di bidang ekonomi. 
3.     Kesadaran Warga Negara 
a.     Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban 
Manusia Indonesia mempumyai kedudukan, hak dan kkewajiban yang sama. 
b.     Kesadaran bela negara 
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan iaah perjuangan non fisik untuk mengrangi latarbelakang kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek. 
Dalam perjuangan non fisik, mengalami penurunan yang ajam dibanding perjuangan fisik.
Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
          
 Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sebagai berikut :
1.     Global Paradox menyatakan negara harus mampu memeberikan eranan besar kepada rakyat 
2.     Bordless World dan The End Of Ntion State menyatakan batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi akan menembus batas tersebut. 
3.     The Future of Capatalism menyatakan strategi baru kapatalisme ialah megupayakan keseimbangan antara kepentingan individudengan masyarakat serta antara negara maju dengan berkembang. 
Dari rumusan-rumusan di atas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan tentang perlu  adanya persatuan, sehingga berdampak konflik antar bangsa karena kepentingan nasionalnya tidak terpenuhi. 

Dalam Implementasinya perlu lebih di berdayakan peranan derah dan rakyat kecil, dan apabila dipenuhi adanya faktor-faktor dominan : keteladanan kepemipinan nasiona, pendidikan berkualitas dan bermoral kebangsaan, media massa yang memberikan informasi dan kesan yang positif.